Kamis, 10 Januari 2019

DEFINISI OSEANOGRAFI


DEFINISI OSEANOGRAFI

Oseanografi dapat didefinisikan secara sederhana sebagai suatu ilmu yang mempelajari lautan. Ilmu ini semata-mata bukanlah merupakan suatu ilmu yang murni, tetapi merupakan perpaduan dari bermacam-macam ilmu dasar yang lain. Ilmu-ilmu lain yang termasuk di dalamnya ialah ilmu tanah (geology). Ilmu bumi (geography). Ilmu fisika (physics), ilmu kimia (chemistry). Ilmu hayat (biology) dan ilmu iklim (metereology) (Hutabarat, 1985).
       Salah satu metode yang dapat dilakukan dalam mempelajari oseanografi fisika yakni pengamatan langsung dengan melakukan praktek lapang untuk mengetahui oseanografinya itu sendiri.  Oseanografi fisika dapat diketahui dengan cara mengukur pasang surut, ombak, arus, angin seperti yang telah kita lakukan, itu hanya sebagian dari oseanografi fisika tersebut, sehingga diperoleh gambaran dasar tentang perbedaan dari data tersebut.
       Adanya faktor-faktor fisik air laut, sepeti temperatur dan perubahan arus dapat menyuburkan laut. Kedua, laut digunakan oleh manusia untuk berbagai aktivitas. Manusia banyak menggunakan laut, seperti untuk transportasi, pengeboran minyak dan gas, rekreasi, berenang, perikanan dan lain-lain. Ketiga laut mempengaruhi kondisi cuaca dan iklim. Laut mempengaruhi distribusi hujan, kemarau, banjir dan kondisi lingkungan suatu daerah.
Namun demikian, ilmu oseanografi biasanya hanya dibagi menjadi empat cabang ilmu saja, yaitu :

1.    Fisika Oseanografi
       Ilmu ini mempelajari hubungan antara sifat-sifat fisika yang terjadi dalam lautan sendiri dan yang terjadi antara lautan dengan atmosfer dan daratan. Hal ini termasuk kejadian-kejadian pokok seperti terjadinya tenaga pembangkit pasang dan gelombang, iklim dan sistem arus-arus yang terdapat di lautan dunia.

-  Gelombang
Gelombang adalah gerakan naik turun sebuah tubuh perairan yang dinyatakan dengan naik turunnya permukaan air secara bergantian. Sedangkan ombak adalah suatu gangguan yang bergerak melalui air tetapi tidak menyebabkan partikel-partikel air bergerak karenanya (Triatmodjo, 1999).

- Arus Laut
Arus laut adalah proses pergerakan massa air laut yang menyebabkan perpindahan horizontal dan vertikal massa air laut tersebut yang terjadi secara terus (Gross,1990). Pergerakan massa air ini ditimbulkan oleh beberapa gaya sehingga Herunadi (1996) dalam Kurniawan (2004) mengemukakan bahwa sinyal arus merupakan resultan dari berbagai sinyal yang mempunyai frekuensi terstentu yang dibangkitkan oleh beberapa gaya yang berbeda-beda. Sedangkan menurut Hutabarat dan Evans (1985) arus merupakan gerakan air yang terjadi pada seluruh lautan di dunia.

-  Pasang Surut
Menurut Pariwono(1989), fenomena pasang surut diartikan sebagai naik turunnya muka laut secara berkala akibat adanya gaya tarik benda-benda angkasa terutama matahari dan bulan terhadap massa air di bumi. Sedangkan menurut Dronkers (1964) pasang surut laut merupakan suatu fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari, bumi dan bulan. Pengaruh benda angkasa lainnya dapat diabaikan karena jaraknya lebih jauh atau ukurannya lebih kecil.

2.    Geologi Oseanografi
      Ilmu geologi penting artinya bagi kita dalam mempelajari asal lautan yang telah berubah lebih dari berjuta-juta tahun yang lalu. Termasuk di dalamnya adalah penelitian tentang lapisan kerak bumi, gunung berapi dan terjadinya gempa bumi.

- Kedalaman
Kedalaman suatu perairan akan membatasi penetrasi cahaya matahari yang secara langsung membatasi kehidupan biota dasar. Penyinaran cahaya matahari berkurang secara cepat sesuai dengan makin tingginya kedalamn lautan (Nybakken, 1992).

3.    Kimia Oseanografi
     Ilmu ini berhubugan dengan reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam dan di dasar laut juga menganalisa sifat-sifat dari air laut itu sendiri.

-  Suhu
Suhu adalah suatu besaran fisika yang menyatakan banyaknya bahang yang terkandung dalam suatu benda. Secara alamiah sumber utama bahang dalam air laut adalah matahari. Setiap detik matahari memancarkan bahang sebesar 1026 kalori dan setiap tempat dibumi yang tegak lurus ke matahari akan menerima bahang sebanyak 0.033 kalori/detik. Pancaran energi matahari ini akan sampai kebatas atas atmosfir bumi rata- rata sekitar 2 kalori/cm2/menit. Pancaran energi ini juga sampai ke permukaan laut dan diserap oleh massa air (Nontji, 1987).

- pH
Derajat keasaman atau pH merupakan suatu indeks kadar ion hidrogen (H+) yang mencirikan keseimbangan asam dan basa. Derajat keasaman suatu perairan, baik tumbuhan maupun hewan sehingga sering dipakai sebagai petunjuk untuk menyatakan baik atau buruknya suatu perairan. Nilai pH juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktifitas perairan. Biasanya angka pH dalam suatu perairan dapat dijadikan indikator dari adanya keseimbangan unsur-unsur kimia dan dapat mempengaruhi ketersediaan unsur-unsur kimia dan unsur-unsur hara yang sangat bermanfaat bagi kehidupan vegetasi akuatik (Hutabarat & Evans,1985).
-  Kecerahan
Kecerahan air merupakan ukuran kejernihan suatu perairan, semakin tinggi suatu kecerahan perairan semakin dalam cahaya menembus ke dalam air. Kecerahan air menentukan ketebalan lapisan produktif. Berkurangnya kecerahan air akan mengurangi kemampuan fotosintesis tumbuhan air, selain itu dapat pula mempengaruhi kegiatan fisiologi biota air, dalam hal ini bahan-bahan ke dalam suatu perairan terutama yang berupa suspensi dapat mengurangi kecerahan air (KLH dan LON-LIPI, 1983 dalam Effendi, 2000).

4.    Biologi Oseanografi
      Cabang ilmu oseanografi ini sering dinamakan sebagai biologi laut. Dimana disini dipelajari  semua organisme-organisme yang hidup di lautan, termasuk hewan-hewan yang berukuran sangat kecil (plankton) dan juga hewan-hewan yang berukuran besar dan tumbuhan-tumbuhan air.

-     Mangrove
Asal kata “mangrove” tidak diketahui secara jelas. Namun menurut Mac Nae (1968), mangrove adalah kombinasi antara bahasa portugal “mangue” dan bahasa inggris “grove”. Menurut Kitamura et al (2003), kata mangrove berarti tumbuhan tropis dan komunitasnya yang tumbuh di daerah pasang surut. Hutan mangrove adalah kelompok jenis tumbuhan yang tumbuh disepanjang pantai tropis dan sub tropis yang memiliki fungsi istimewa di suatu lingkungan yang mengandung garam dan bentuk lahan berupa pantai dengan reaksi tanah anaerob. (Snedaker dalam Gunarto, 2004).

Tumbuh-tumbuhan mangrove yang khas kebanyakan beradaptasi. Beberapa jenis seperti Avicennia hidup di habitat yang lebih asin sedangkan Nypa fruticans terdapat pada habitat yang berair lebih tawar. Lebih jauh dari vegetasi khas mangrove, terdapat tumbuh-tumbuhan yang hidup di habitat tak asin dan mereka dikenal sebagai sekutu mangrove (mangrove associates), yakni tumbuh- tumbuhan bukan mangrove, tetapi berasosiasi dengan mangrove. (Dahuri, 2003).

-     Nekton
Hewan-hewan perenang di laut sudah lama menjadi perhatian manusia karena nilai ekonomiknya sebagai sumber makanan. Kelompok yang termasuk dalam nekton ini adalah ikan bertulang rawan, ikan bertulang kerang, penyu, ular, dan hewan menyusui laut yang kesemuanya termasuk Vertebrata.

-     Bentos
Bentos mencakup biota menempel, merayap dan meliang di dasar laut. Kelompok biota ini hidup di dasar perairan mulai dari garis pasang surut sampai dasar abisal. Contoh biota menempel ialah sepon, teritip, dan tiram; biota merayap, kepiting dan udang karang; dan biota meliang, jenis kerang tertentu dan cacing.

-  Hewan Laut
Di dalam organisme laut terdapat berbagai macam spesies hewan yang hidup di laut yang dapat melangsungkan hidupnya untuk beradaptasi dengan kondisi lingkunganya untuk bertahan hidup. Hewan-hewan laut pada umumnya yaitu:

1.  Anemon  laut
   Di Indonesia, kebanyakan orang yang menghuni beberapa pulau, seperti  Pulau-Pulau Seribu yang memakan hewan ini. Jenis-jenis anemone yang dimakan adalah mereka yang hidup menyendiri dan tidak berkerangka. Anemone yang dimakan oleh orang-orang pulau di Indonesia adalah marga Stoicactis (Actinaria).

2. Crustacea
   Crustacea mempunyai banyak sekali jenis-jenis yang dimakan atau dimanfaatkan untuk keperluan lain. Organisme yang termasuk dalam crustacea ini yaitu misalnya udang karang dari margaPanulirus yang menghuni perairan terumbu karang berperan penting dalam perikanan laut tropik, termasuk perairan Australia.

3. Echinodermata
  Teripang (Holothuroidea) merupakan kelompok hewan laut satu-satunya dari filum echinodermata yang secara luas dimanfaatkan dan diperdagangkan. Oleh karena itu filum ini sangat penting karena filum ini khususnya organisme teripang dapat dibudidayakan dan menghasilkan banyak keuntungan.

-  Tumbuhan laut
Selain organisme hewan yang terdapat dilaut, terdapat pula juga berbagai biota tumbuhan yang hidup dilaut. Di laut sama halnya seperti di darat, tumbuh-tumbuhan merupakan produsen yang sesungguhnya, artinya biota ini mampu membuat zat-zat organik yang mejemuk dari senyawa-senyawa anorganik yang sederhana yang terlarut dalam air. Di laut, tumbuh-tumbuhan memegang peranan utama karena biota ini merupakan makanan primer khususnya phytoplankton dan tumbuh-tumbuhan yang melekat atau tumbuh-tumbuhan berakar yang memegang peranan penting.

    1.  Alga (algae)
            Sebagian besar alga berwarna indah dan ada pula yang bercahaya. Pada alga, pigmen-pigmen dari kromatofor(chromatophore) menyadap sinar cahaya matahari untuk berfotosintesis. Atas dasar warna yang dimiliki oleh alga laut, alga ini dibedakan menjadi empat divisi yaitu Myxopyceae (alga hijau-biru), Chlorophyceae (alga hijau), Phaeophyceae (alga coklat), dan Rhodophyceae (alga merah). Alga laut dari marga-marga tertentu yang dikelompokkan dengan nama rumput laut di panen sebagai bahan pangan, sebagai sumber obat-obatan, sebagai sumber bahan kimia untuk industry dan sebagai pupuk pertanian.

2. Padang lamun (seagrass)
Padang lamun merupakan hamparan tumbuhan seperti rumput atau alang-alang yang terbenam di dalam laut yang dangkal, tenang, berpasir atau berlumpur. Tumbuhan lamun terdiri dari rhizoma, daun dan akar. Rhizoma adalah batang yang terbenam dan mendatar di atas permukaan dasar laut.  

Sejarah dan Perkembangan Ilmu Oseanografi

Manusia tertarik pada lautan dapat ditinjau kembali pada permulaan zaman peradaban manusia, ketika pengetahuan tentang dunia dibatasi pada negara-negara dimana kapal-kapal pelaut dapat pergi dan kembali. Pada waktu itu bentuk dari peta sangat penting artinya. Dimana bentuk peta ini menjadi semakin tepat begitu pelayaran menyebrangi lautan makin lama makin menempuh jarak yang jauh dan sering dilakukan. Pada zaman Ptolomeus, abad kedua sebelum masehi, lautan Mediterania bagian Utara Afrika dan bagian pantai Selatan Asia daratan telah dipetakan dengan sempurna. Pengetahuan tentang lautan juga turut berkembang pada arah yang lain.
Pada abad keempat sebelum Masehi seorang sarjana terkemuka bangsa Yunani, Aristoteles, telah melakukan suatu penelitian yang mendetail mengenai hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan laut. Dimana dia secara cermat telah menjelaskan dan mengklasifikasikan organisme-organisme tersebut. Akhirnya pada abad kesatu sebelum Masehi, hubungan antar gerakan pasang dan letak dari bulan telah dimengerti oleh manusia untuk pertama kali. Pengertian ini mendorong manusia untuk mampu membuat ramalan yang tepat. Manusia pada mulanya telah menggunakan pengalaman mereka tentang adanya perubahan iklim di lautan, sehingga dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk berdagang. Keadaan di lautan Hindia misalnya, merupakan suatu daerah yang unik yang cocok untuk dipakai sebagai contoh. Angin musim yang bertiup dari arah tenggara pada waktu terjadi musim panas di belahan bumi utara dan akan bertiup dari arah yang berlawanan (Timur Laut), pada waktu di belahan bumi sebelah utara terjadi musim dingin. Hal ini memungkinkan kapal-kapal dengan peralatan pelayaran yang paling sederhana dapat menyebrangi lautan pada satu musim dan kembali pada musim berikutnya.
pelayaran-pelayaran besar juga sama pentingnya dalam memetakan garis pantai dan lautan-lautan dunia dalam perkembangan sejarah berikutnya. Sebagai contoh, seorang bangsawan Portugis Ferdinando Magelhaens telah mengadakan suatu pelayaran menegelilingi dunia pada abad ke 14 setelah Masehi. Dia telah membuktikan, bahwa bumi ini berbentuk bulat tidak datar seperti yang diperkirakan oleh orang banyak pada waktu sebelumnya. Pada abad ke 18 seorang bangsa Inggris yang bernama James Cook membuat seluruh peta dari Lautan Pasifik dan memperlihatkan adanya sebuah daratan yang terletak pada bagian selatan kutub kutub yang selalu tertutup oleh es. Beberapa ekspedisi oseanografi penting lainnya telah dilakukan oleh Challenger (1872-1875), Gazelle (1874-1876), Vitiaz (1886-1889) dan Meteor (1925-1927).Ekspedisi Challenger khususnya,  telah membuat bantuan tambahan pengetahuan yang penting. Dimana membuat 492 kali pengukuran kedalaman, 133 kali pengambilan contoh dasar laut dan mengumpulkan data-data iklim, arus laut, suhu laut, komposisi air laut dan contoh-contoh sedimen dasar dari 362 stasiun penelitian yang berbeda. Ekspedisi ini telah mengadakan penelitian yang lama dan beberapa kali di perairan Asia Tenggara.
Pada saat ini ilmu oseanografi merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang berkembang secara cepat dan membutuhkan ongkos yang mahal dan yang sering bersangkutan dengan kerjasama internasional. Kapal-kapal penelitian oseanografi sekarang telah dilengkapi dengan alat-alat yang rumit yang dapat mengumpulkan data-data fisika, kimia dan biologi secara tepat dan jelas. Beberapa tahun belakang ini merupakan perkembangan dari kapal-kapal yang sering mengadakan penelitian dibawah permukaan air, bahkan sekarang sudah banyak dijumpai adanya laboratorium dibawah air yang sifatnya permanen. Keterangan-keterangan dari satelit yang selalu mengelilingi bumi juga menjadi begitu penting artinya dalam melengkapi data-data tentang gejala arus laut dan pertukaran panas. Dimana hal ini merupakan suatu pekerjaan yang sulit dilakukan dimasa yang lalu. Namun demikian perlu ditekankan, bahwa ilmu oseanografi merupakan suatu ilmu yang relatif masih muda, dimana masih banyak hal-hal lain yang harus dipelajari.



DAFTAR PUSTAKA

Babcock & Wilcox Co. 2005. Steam; Its Generation And Use, Edition 41, Chapter 8,StructuralAnalysis and Design, Barberton
Biologi  Laut  :  Suatu  Pendekatan  Ekologis. Diterjemaahkan oleh H. M. Eidman, Koesoebiono, D. G. Bengen, M.PT Gramedia. Jakarta Parsons, T. R., M. Takashi, and B. Hargrave, 1984.
Biological Oceanography Process. Third Edition. Pergamon Press, New York.Valiela, I., 1984
Hutabarat, Sahala, dan Stewart M. Evans,  1985. Pengantar Oseanografi.Universitas Indonesia Press,Jakarta.